Wahai bunga,
hanya dengan memandang keindahannmu dapat menimbulkan kesan kebahagaiaan dalam
hidupku….
Untuk seorang pendidik dan pembina yang mulia kedua orang tuaku, terima
kasih anandamu ucapkan semoga
semua kasih sayang dan cinta
yang engkau curahkan kepadaku tidak menjadi sia sia …….
Teruntuk sahabat-sahabat terbaikku yang dengan semangat dan dorongan yang
kalia berikan membuatku menjadi
manusia yang siap menerima tanggung jawab.
Tulisan ini dibuat didasarkan pada tidak sesuainya
pemikiran saya dengan realitas yang ada sekarang. Realitas menggambarkan padaku
betapa buruknya kehidupan ini, tetapi pemikiran menggambarkan padaku betapa
indahnya dunia ini.
Ketika aku berjalan melintasi lampu merah di jalan
trans kota daeng, seketika itu pula aku melihat ada anak-anak yang berpakaian
compang-camping berjalan menghampiriku dengan menengedahkan kepalanya ke atas
kearahku tanpa kusadari aku menjadi tak karuan melihat situasi itu, setelah
perenungan yang cukup mendalam hingga sampai kepada titik perenunganku bahwa
semua ini tidak adil ataukah ini adil. Aku mengeluh kepada sang Pencipta “
betapa maha Penyayangnya engkau tetapi apa yang aku lihat tidak mencerminkan
sifat ke Maha Penyayangmu. Lantas bagaimana aku meyakini kalau engkau Maha
Penyayang, ataukah engkau hanya legitimasi diriku saja karena aku begitu lemah
sehingga aku mengakui bahwa masih ada yang kuat dari pada aku dan kemudia yang
kuat masih ada lagi dan lagi sampai kepada engkau yang memiliki sifat ke Maha
kuat.
Jika engkau ada dengarkanlah curahan hatiku
Tuhan,.........
Aku tidak tahu mengenai engkau ? karena itu aku
ingin sekali tahu siap engkau
Aku tidak mengerti dunia ini ? oleh karena itu aku
ingin sekali tahu apa dunia ini
Aku tidak tahu diri ini ? oleh karena aku ingin
sekali tahu siapakah gerangan hidup ini.....
Aku ingin menyembahmu tapi bagaimana aku menyembah
jika aku tidak yakin jika engkau memang ada atau tidak ?... sekiranya aku ini
kafir menurutmu lantas dimana maha penyayangmu, sekiranya engkau tidak
menerimaku lantas siapa lagi yang akan menerimaku....
aku berharap kepadaMu tapi aku tidak yakin apakah engkau ada atau tidak...
aku berharap kepadaMu tapi aku tidak yakin apakah engkau ada atau tidak...
Tuhan ... Hari ini tanggal 18 desember 2012 aku di
landa masalah yang sangat besar, aku tidak tahu apakah aku ini bisa
menyelesaikan masalah ini ataukah tidak....
Tuhan tolonglah aku, karena tanpamu aku merasa
kosong, penuhilah aku dengan pengetahuan tengtangmu karena aku sangat ingin
dekat kepadamu, sekiranya aku tidak engkau untuk mendekat kepadamu untuk apa
lagi aku ada didunia ini,
Aku tidak tahu apakah aku salah dalam memutuskan
sesuatu tapi aku menyadari biarlah aku yang mendapat hukuman ini aku tahu bahwa
aku kurang, aku tahu kalau aku bodoh, aku tahu kalau aku sangat sangat tidak
pantas disandangkan dengan manusia lainnya.
apakah engkau tuhan membenciku, apakah engkau tuhan murkah padaku, ataukah engkau tuhan tidak mau menolongku. Sekiranya aku seperti itu lantas bagaimana aku memperbaikinya
apakah engkau tuhan membenciku, apakah engkau tuhan murkah padaku, ataukah engkau tuhan tidak mau menolongku. Sekiranya aku seperti itu lantas bagaimana aku memperbaikinya
SEKAPUR SIRIH
Dalam mengarunui
lintasan ruang dan waktu yang begitu pendek, harapan, cita-cita , dan keinginan
masih sangat di kuat dalam diriku untuk merbaiki kondisi yang rusak tidak
kondusif untuk generasi-generasi muda di lingkunganku. Hal ini yang kemudian
menjadi seutas tali yang senantisa menarikku dari tidur yang begitu enak untuk terbangun kedunia yang begitu
memilukanku. Keadaan yang seperti ini menjadikan pikiran dan perasaanku merasa
terhimpit, sesak dan tak berdaya. Seandaniya bukan karena jiwa muda yang masih
menggelora dalam raga yang sempit ini, mana mungkin saya dapat terbangun dari
mimpi indahku.
Keadaan lingkungan ini
membuatku merasa terasing dengan diriku sendiri. Mata yang sering melihat,
telinga yang sering mendengar gelagak tawa dan senyum kebahagian yang terlempar
dari diri mereka kini menjadi suara parau yang tak bisa merasakan kebahagiaan yang
dulu mereka rasakan.
Adakah yang dapat kami
lakukan untuk membantu sahabat dan adik-adikku dalam mengarungi kejamnya
kehidupan ini. Adakah yang dapat kami lakukan untuk mereka yang terhimpit
dengan kesengsaraan dalam menjalani kehidupan ini…….?????
Lingkungan telah menjadi salah satu factor penentu dalam pembentukan watak
dan kepribadian seseorang. Dalam perdebatan antara filosof barat yang di
prakarsai oleh Karl Marx dan filosof muslim memperbicangkan mengenai factor
pembentuk/perubah suatu masyarakat apakah faktornya adalah dari luar diri atau
dari dalam diri.
1 komentar:
asik dibaca bro, tp saya sarankan lo mengetik jangan terlalu terburu-buru nati orang bisa baca mantra kalo sebagian hurufnya g' ada.heheheheh u're the best let's do it n go up from darkness........
Posting Komentar