Selasa, 30 April 2013

Skenario Kehidupan


Wahai bunga, hanya dengan memandang keindahannmu dapat menimbulkan kesan kebahagaiaan dalam hidupku….
Untuk seorang pendidik dan pembina yang mulia kedua orang tuaku, terima kasih anandamu ucapkan semoga semua kasih sayang dan cinta yang engkau curahkan kepadaku tidak menjadi sia sia …….
Teruntuk sahabat-sahabat terbaikku yang dengan semangat dan dorongan yang kalia berikan membuatku menjadi manusia yang siap menerima tanggung jawab.



Tulisan ini dibuat didasarkan pada tidak sesuainya pemikiran saya dengan realitas yang ada sekarang. Realitas menggambarkan padaku betapa buruknya kehidupan ini, tetapi pemikiran menggambarkan padaku betapa indahnya dunia ini.
Ketika aku berjalan melintasi lampu merah di jalan trans kota daeng, seketika itu pula aku melihat ada anak-anak yang berpakaian compang-camping berjalan menghampiriku dengan menengedahkan kepalanya ke atas kearahku tanpa kusadari aku menjadi tak karuan melihat situasi itu, setelah perenungan yang cukup mendalam hingga sampai kepada titik perenunganku bahwa semua ini tidak adil ataukah ini adil. Aku mengeluh kepada sang Pencipta “ betapa maha Penyayangnya engkau tetapi apa yang aku lihat tidak mencerminkan sifat ke Maha Penyayangmu. Lantas bagaimana aku meyakini kalau engkau Maha Penyayang, ataukah engkau hanya legitimasi diriku saja karena aku begitu lemah sehingga aku mengakui bahwa masih ada yang kuat dari pada aku dan kemudia yang kuat masih ada lagi dan lagi sampai kepada engkau yang memiliki sifat ke Maha kuat.
Jika engkau ada dengarkanlah curahan hatiku Tuhan,.........
Aku tidak tahu mengenai engkau ? karena itu aku ingin sekali tahu siap engkau
Aku tidak mengerti dunia ini ? oleh karena itu aku ingin sekali tahu apa dunia ini
Aku tidak tahu diri ini ? oleh karena aku ingin sekali tahu siapakah gerangan hidup ini.....
Aku ingin menyembahmu tapi bagaimana aku menyembah jika aku tidak yakin jika engkau memang ada atau tidak ?... sekiranya aku ini kafir menurutmu lantas dimana maha penyayangmu, sekiranya engkau tidak menerimaku lantas siapa lagi yang akan menerimaku....
aku berharap kepadaMu tapi aku tidak yakin apakah engkau ada atau tidak...
Tuhan ... Hari ini tanggal 18 desember 2012 aku di landa masalah yang sangat besar, aku tidak tahu apakah aku ini bisa menyelesaikan masalah ini ataukah tidak....
Tuhan tolonglah aku, karena tanpamu aku merasa kosong, penuhilah aku dengan pengetahuan tengtangmu karena aku sangat ingin dekat kepadamu, sekiranya aku tidak engkau untuk mendekat kepadamu untuk apa lagi aku ada didunia ini,
Aku tidak tahu apakah aku salah dalam memutuskan sesuatu tapi aku menyadari biarlah aku yang mendapat hukuman ini aku tahu bahwa aku kurang, aku tahu kalau aku bodoh, aku tahu kalau aku sangat sangat tidak pantas disandangkan dengan manusia lainnya.
apakah engkau tuhan membenciku, apakah engkau tuhan murkah padaku, ataukah engkau tuhan tidak mau menolongku. Sekiranya aku seperti itu lantas bagaimana aku memperbaikinya




SEKAPUR SIRIH
                Dalam mengarunui lintasan ruang dan waktu yang begitu pendek, harapan, cita-cita , dan keinginan masih sangat di kuat dalam diriku untuk merbaiki kondisi yang rusak tidak kondusif untuk generasi-generasi muda di lingkunganku. Hal ini yang kemudian menjadi seutas tali yang senantisa menarikku dari tidur yang begitu enak  untuk terbangun kedunia yang begitu memilukanku. Keadaan yang seperti ini menjadikan pikiran dan perasaanku merasa terhimpit, sesak dan tak berdaya. Seandaniya bukan karena jiwa muda yang masih menggelora dalam raga yang sempit ini, mana mungkin saya dapat terbangun dari mimpi indahku.    
                Keadaan lingkungan ini membuatku merasa terasing dengan diriku sendiri. Mata yang sering melihat, telinga yang sering mendengar gelagak tawa dan senyum kebahagian yang terlempar dari diri mereka kini menjadi suara parau yang tak bisa merasakan kebahagiaan yang dulu mereka rasakan.
                Adakah yang dapat kami lakukan untuk membantu sahabat dan adik-adikku dalam mengarungi kejamnya kehidupan ini. Adakah yang dapat kami lakukan untuk mereka yang terhimpit dengan kesengsaraan dalam menjalani kehidupan ini…….?????
               




Lingkungan telah menjadi salah satu factor penentu dalam pembentukan watak dan kepribadian seseorang. Dalam perdebatan antara filosof barat yang di prakarsai oleh Karl Marx dan filosof muslim memperbicangkan mengenai factor pembentuk/perubah suatu masyarakat apakah faktornya adalah dari luar diri atau dari dalam diri.